Jumat, 29 Agustus 2014

LPM

I. LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM)

1. Ketua             :  SUPENO
2. Sekertaris       :  HERMANSYAH
3. Bendahara      :  SUNARKO
4. Anggota         : 1. GIMANTORO
                             3. SUPRAPTO
                             4. P.NURUL
                             5. SAPIK
                             6. ASAN
                             7. AGUS
                             8. SALEH
                           

II. PKK

III. RT / RW

LEMBAGA KESWADAYAAN MASYARAKAT

I. PKK DESA PONDOKREJO

Kegiatan  Pokja  IV

STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA

Kepala Desa                      : MISRIYANTO EFENDI
Sekretaris Desa                 : KATENO
1. Kaur Pemerintahan       : UNTUNG HARIYONO
2.Kaur Keuangan              : LASMITI
3. Kaur Umum                  : SRI WAHYUNI
4.Kaur Ekbang                  : SUYITNO
5.Kaur Kesra                     :  TEMU SUPRIANTO
6. Kaur  Keamanan           :  KATEMO
7. Kaur Pamong Tani        :  NUR HALIMAH

Senin, 25 Agustus 2014

Galeri


Balai Desa


Istri Cerdas Desa Pondokrejo

Selasa, 5 Agustus 2014, balai desa sudah ramai oleh ibu-ibu PKK sebagai peserta penyuluhan mengatur ekonomi keluarga yang dilakukan oleh ibu rumah tangga yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Jember di Desa Pondorejo Kecamatan Temporejo.
“Mengenai penyuluhan mengatur ekonomi keluarga, khususnya ibu-ibu, ‘jadi istri cerdas mengatur keuangan keluarga’ yaitu mengharap supaya ibu-ibu dapat mengatur keuangan karena penghasilan suami pasti akan diberikan ke para istri untuk uang belanja, makan keluarga, dan keperluan anak. Sehingga dengan adanya penyuluhan ini dapat menyadarkan para ibu-ibu untuk mengurangi pengeluaran pribadinya dan fokus pada keperluan keluarga.” Harapan Dila, mahasiswa KKN yang menjadi penanggungjawab program pada pilar ekonomi ini.
Menyuluhan ini diberikan kepada sasaran yang tepat, yaitu ibu-ibu PKK. Sebagai seorang ibu rumah tangga, mengatur keuangan keluarga bukanlah hal yang mudah dilakukan. Masalah klasik dalam rumah tangga ini juga muncul di sebuah desa di Kabupaten Jember. Setelah mendengar keluhan dari ibu-ibu PKK tentang permasalahan keuangan dalam keluarga, mahasiswa KKN Universitas Jember tahun 2014 gelombang dua memutuskan untuk membuat program yang menjawab keluhan para ibu-ibu Desa Pondokrejo.
Acara dimulai pukul 10.00, setelah ibu PKK berkumpul. Dimulai dengan sambutan dari ketua PKK yaitu Sri yang juga seorang ibu rumah tangga. Acara inti dimulai dengan memberi penjelasan tentang bagaimana mengatur keuangan dalam keluarga dan menjadi istri yang cerdas. Meski jumlah peserta lebih sedikit dibanding perkiraan mahasiswa, namun itu tidak mematahkan semangat mahasiswa KKN untuk tetap mengajari ibu-ibu PKK menjadi ibu cerdas. Jumlah peserta juga tidak mempengaruhi kualitas penyuluhan. Ini dibuktikan dengan adanya tanyajawab yang menunjukkan antusias dari peserta.
Penyuluhan ini juga memberi tips-tips kepada ibu-ibu PKK agar bisa menjadi manager keuangan yang cerdas dalam keluarganya. Adapun salah satu tipsnya adalah menabung. Meskipun menabung telah diajarkan sejak kecil, namun banyak yang belum bisa menerapkannya karena masih belum bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan.
Setelah tanyajawab dan memberi tips, acara ditutup dengan memberi kuisioner kepada ibu-ibu PKK untuk  memberitahu keseimbangan pendapatan dan pengeluaran.

Pemanfaatan Botol Plastik Bekas

“Pengolahan sampah botol plastik menjadi kerajinan. Biar teman-teman bangga memakai hasil buatannya sendiri.” Jelas Eza, kordinator desa mahasiswa KKN Universitas Jember di Desa Pondokrejo,  saat menerangkan program pada pilar lingkungan.
Sampah merupakan salah satu permasalahan klasik yang belum mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Umumnya, sampah bukan diolah dengan baik agar tidak menyebabkan pencemaran, namun hanya dipindah atau dibuang agar tidak terlihat kotor. Khususnya, untuk sampah plastik harus mendapat perhatian lebih karena sampah yang baru dapat terutai setelah belasan tahun terkubur di dalam tanah ini dapat membuat berbagai pencemaran.
          Sampah plastik berdampak buruk untuk lingkungan karena dapat menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara. Jika sampah plastik dibuang dialiran air/sungai, maka sampah ini cukup untuk menjadi pencemar air. Jika sampah plastik dibuang ke tanah, maka pencemaran tanah berupa rusaknya kesuburan tanah yang akan terjadi. Jika sampah plastik dibakar untuk menghindari pencemaran air dan tanah, maka asapnya akan menjadi pencemaran udara yang membantu merusaklapisan ozon, dan berarti mempercepat global warming.
            Bahaya sampah plastik ini menjadi dasar terbentuknya sebuah program pada pilar lingkungan, yaitu sosialisasi pemanfaatan botol plastik. Program dari mahasiswa KKN yang ada di Desa PondokrejoKecamatan Temporejo ini akan bekerjasama dengan karang taruna sebagai salah satu bentuk pos daya yang ada di desa. Program direncakan akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2014 di balai desa Pondokrejo.
            Hari yang telah mendekati hari pelaksanaan ini digunakan untuk mempersiapkan bahan, juga menyiapkan konsep yang lebih matang. Bahan berupa botol plastik, kain perca, dan bibit tomat telah disiapkan. Konsep  yang akan digunakan adalah memberi pelatihan karang taruna untuk membuat gelang dan pot bunga dari bahan botol plastik bekas. Gelang dan pot bunga yang telah jadi, akan dipamerkan di balai desa saat acara karnaval pada tanggal 31 Agustus 2014 yang diadakan karang taruna. Agar program ini dapat berkelanjutan, gelang dan pot bunga akan dicoba untuk dipasarkan di dalam blog yang bekerja sama dengan pilar ekonomi. Yang nantinya, akan dikelola oleh masyarakat dan dikordinatori oleh karang taruna.
            “Kita bernafas, minum, dan makan dari alam. Kalau alam rusak, bagaimana kita bernafas kalau udara sudah tercemar, apa yang kita minum kalau air sudah tercemar, kalau tanah tercemar juga tidak ada tanaman yang tumbuh untuk kita makan. Saya berharap dengan program ini, kita dapat memanfaatkan botol plastik. Setidaknya dapat mengurangi pencemaran yang diakibatkan sampah yang sulit terurai ini. Kalau setiap orang bisa mengolah sampahnya sendiri, pasti tingkat pencemaran akan rendah. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, akan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan.” Harapan Fitri sebagai penanggungjawab program ini.
            Sesuai harapan Fitri, program pemanfaatan botol plastik akan mempunyai banyak manfaat, baik bagi lingkungan juga untuk masyarakat. Selain lingkungan yang tetap terjaga dari sampah plastik, juga masyarakat yang mempunyai ketrampilan.